Mari meluangkan waktu sejenak untuk belajar dari pengalaman kita. Tidak usah jauh-jauh belajar sampai ke Negeri tetangga ataupun sampai gelar Phd. Karena pembelajaran ada disekitar kita.. Dan dunia ini adalah universitas terbuka kita…

Well, Silakan diikuti sesi pembelajaran yang saya dapati dari lingkungan keluarga saya, dalam hal ini adalah Orang Tua saya.

Saya Belajar dari Orang Tua saya, bahwa…..

1. Tidak selamanya larangan itu adalah bentuk “ketidaksukaan” dan pembebasan adalah bentuk “kecintaan”

Banyak sekali anak muda (khususnya jaman sekarang), yang mengganggap bahwa dunianya penuh larangan dan ini di karenakan oleh Orangtua yang over protective, mengekang kebebasannya, tidak suka jika dia memiliki aktivitas yang banyak (teman yang banyak), dll. Sadarkah kalian, bahwa sebenarnya saat kalian tidak ada di rumah, Orangtua kalian sedang khawatir dan dalam hati mendoakan keselamatan kalian (mengingat kejahatan yang semakin meningkat tiap tahunnya).

2. Memarahi / menghukum anak atas kenakalannya (ketidakdisiplinan / ketidakpatuhan / pembangkangan) adalah proses jelek / kasar / menjadikan kita sebagai orang tua yang jahat.

Kepala sekolah saya sewaktu SMU adalah Romo, Beliau mengatakan kepada kami bahwa “Orang Tua yang tidak pernah menghukum anaknya adalah Orang Tua yang tidak sayang dengan anaknya”. Hukuman disini bukanlah semata hanya hukuman fisik. Dalam studi saya di Jurusan Psikologi, Kami mempelajari proses-proses perkembangan manusia. Tentang tugas-tugas perkembangan manusia sesuai dengan tingatan usia-nya. Dan saya mempelajari bahwa “Reward” dan “Punishment” sangat baik dalam proses pertumbuhan manusia dan itu tidak dibatasi oleh usia.

3. Mengerjakan pekerjaan rumah bukanlah hukuman melainkan keterampilan terselubung

Saya berterimakasih kepada Orangtua saya yang telah mengajari bahkan menyuruh saya untuk menyapu, mencuci piring, mengepel lantai, memasak nasi tanpa menggunakan rice cooker, dan banyak hal-hal sederhana lainnya yang saya pelajari dan ternyata itu semua sangat bermanfaat dalam kehidupan saya selama ini. Menurut saya, Orangtua yang tidak mengajarkan keterampilan “kewanitaan” kepada anaknya adalah orangtua yang memiliki pemikiran sempit. Karena pembelajaran bukanlah sekedar kemahiran “otak” melainkan keterampilan “tangan”. Bahwa mengerjakan pekerjaan rumah bukanlah kegiatan memalukan dan bahwa memiliki otak / karir luar biasa / suami yang kaya raya tidaklah menandakan kesuksesan wanita (^_^)

Apa pengalaman masa kecilmu yang diajarkan Orangtua-mu, yang mempengaruhi kehidupmu saat ini? Renungkanlah…

 

^Lala^

 

 

Advertisements