Pada tulisan kali ini, saya mau share tentang perjalanan saya ke Ho Chi Minh City atau lebih dikenal sebagai SAIGON terletak di Vietnam (uda pada tau yah..) he he he…

Well, Tgl 16 Febuari kemarin saya (menyempatkan diri) pergi mengunjungi negara tetangga kita sampai dengan tgl 20 Februari. Saya pergi bersama Panda saya (baca : suami) dalam rangka late valentine dimana tiket sudah saya beli 1 tahun sebelumnya -> Pasti sudah bisa ditebak kalau saya beli #AirAsia 😀

Dan yang paling seru adalah saat kami harus ke Bandara, Panda saya menyadari kalau dia tidak punya Exit Permit untuk keluar Indonesia (#Tepok Jidat). AKhirnya luntang lantung telp orang imigrasi untuk minta info jika ingin buat exit permit emergency (Waktu normal untuk buat exit permit sekitar 1 minggu dengan biaya kurang lebih Rp. 1,000,000). AKhirnya di dapat informasi jika dia bisa membuat exit permit langsung di bagian imigrasi airport dengan range biaya sekitar up to 4jt (Padahal tiket Jkt-Saigon cuma 1,8jt PP untuk 2 org)

Akhirnya berangkatlah kami berdua ke Bandara A.Yani dimana si Panda masih ribet telp2an pake skype ma Cust-nya dan saya menikmati makanan di lounge HSBC (yang kurang elite). Well, singkat cerita (intinya) kami nyampe di Jakarta lah. Terus di pesawat,  udah panik gimana kalau nanti ga bisa dapet exit permit, gimana cara nya ke air asia (karena uda ga 1 terminal ama Garuda), tar mau nego brp, dll…

Akhirnya sampailah kita ke Terminal 3, trus si Panda menghubungi Bapak ###### (Maaf, tidak boleh menyebutkan nama dan saya juga lupa siapa nama si Bapak Imigrasi). AKhirnya nego-nego, dapatlah angka 4jt (Dimana kita sudah mempersiapkan budget Max 5jt, kalo lebih dari itu Panda mau cancel ke HCMC). Saat meninggu si Panda nego, saya BBM-an ama sahabat baik dan sahabat gila saya. Ga ngebayangin kalo kudu harus wajib pergi sendirian ke negara orang yang bahasanya ruwet dan ga tau jalan (Baca map aja ga bisa). Dan akhirnya share di Twitter yang mendapat balasan darinya :

Ha ha ha.. AKhirnya PUji Tuhan banget, memang Indonesia adalah negara MATA duitan yang apa2 bisa diukur pake DUIT.. Dapet “CAP” deh di Panda untuk keluar dari Indo meskipun kudu ngeluarin duit yang melebihi tiket JKT-HCMC kita. Tapi karena niat nya adalah liburam, so kita senyum-senyum sendiri aja.

Pas di pesawat, kami kudu nunggu lama karena pesawat ngisi bahan bakar. Eh terus ternyata ada artis dibelakang tempat duduk-ku. Si Roger Danuarta. Dan biasalah tingkahnya artis, sok gaya.. ribut ga jelas, ngeluarin kamera, syuting apaan juga ga jelas.. Kayaknya mereka ber 8 orang.

Sampai di bandara HCMC, Panda harus ke bagian Visa on Arrival (DImana visa ini bisa dibuat secara online kemudian akan dapat confirmation statement dan itu yang ditunjukan ke bagian imigrasi HCMC). Setelah urusan visa kelar, kami menemukan orang hotel La Jolie (District 1) yang sudah menunggu kami di pintu luar bandara,

Kesan pertama sewatu melihat kota HCMC adalah Big City dengan lalu lintas ujubilah busyet (pada kenceng2 bawa mobil + motornya). It’s a nice and big city. Kita sampai ke hotel sekitar jam 8an dan Room boy menawarkan bir lokal dimana si Panda dengan sangat antusias menerima tawaran si roomboy dan dengan sangat senang saat mengetahui harga birnya cuma $1.5 (sekitar 15rb lah). Kemudian kami memutuskan untuk jalan2 melihat sekitar area hotel. Karena  hotel kami di lokasi strategis, jadi banyak banget restoran yang bisa kita kunjungi hanya dengan berjalan kaki.. Dan dimana-mana restoran.. Menyenangkan sekali

Tujuan pertama kami adalah ZenZi Cafe (Yang katanya bagus banget -> menurut informasi temennya si Panda yang dia baru ketemu di Bandara). Well, cozy place, good food, expensive price but not as crazy as Jakarta. Habis makan dan sedikit jalan-jalan, kami balik ke hotel. Sebenarnya liburan kali ini, kami memutuskan hanya untuk Rilex dan tidak mengambil jenis tour apapun kecuali menikmati indahnya kota HCMC yang dimana-mana dapat ditemukan taman, restaurant, cafe with wifi, jalanan yang sangat bersih tanpa ada bau selokan and It’s amazing city (for us).

Yang perlu diingat adalah, jangan naik BECAK karena bayarnya mahal (150,000/jam untuk 1 orang doang). Amaze banget ama kota HCMC yang sangat maju setelah perang. Dimana-mana selalu ketemu ama turis dan many nice place. Mereka punya banyak museum, bangunan2 tua (kalo di Semarang seperti Lawang Sewu) yang dijadikan sebagai museum. Luar biasa !!!!

Well, Singkat cerita dan kesimpulan cerita … HCMC adalah kota yang indah dan menyenangkan dimana harga makanan hampir sama dengan semarang dan harga minuman (terutama alkohol) sangat murah -> unbelievable. Saya menggambarkan kota ini sebagai kota turis yang cozy dan nyaman dimana “asik” untuk take hippo time or me time. tinggal cari cafe yang cocok, duduk disana sambil baca buku atau dengerin lagu + having a cup of coffee.

Kopinya vietnam bener2 enak.. rasanya beda banget ama kopi Indonesia. entah kenapa bisa terasa kental, sepet, asem dan wangi hazelnut. Bagi yang suka Shopping, menurut saya HCMC bukanlah kota fashion dimana Ben Than Market ga bisa di compare ama Chatuchak / Platinum nya Bangkok.

Well, Ini kota wajib lah dikunjungi. dan kami berencana untuk kembali lagi ke HCMC (mudah2an) di Bulan Desember nanti :). We both Fall in Love with this City (^_^)

kalau mau lihat foto-foto lainnya, bisa lihat di FB saya :

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3392233084407.2164309.1227044213&type=3

Have a nice weekend,

Lala

Advertisements