Selamat Pagi…..

Senang sekali bisa menulis lagi di blogku tersayang. Pagi ini saya mau share cerita tentang status FB yang saya buat kemarin, yang AKHIRNYA menuai kritik keras dari satu orang (atas nama Istrinya) karena dia merasa status itu ditujukan untuk IStri tercinta-nya. Penasaran dengan status FB saya? Check deh di facebook.com/LalaGig. INi status saya : “Pride comes from your Attitude, Elegance comes from your Behavior, Smart comes from your Brain.. It’s not count by how many Gucci / Chanel / LV / Prada etc that you had.. or What type of Smart phone / Gadget / Android that you use right now.. If you wanna have Pride/Elegance/Smart, Just sell all your Gucci /Chanel/LV/Prada/Smart phone/Gadget/Android, etc and join the personality training or go to university or being a social worker, then you’ll see the world :).”

Simple, right? Tapi untuk sebagian orang yang merasa bahwa Pride, Elegance, Smart-nya datang dari all the stuff i wrote above, mereka mulai menyerang saya di wall FB saya dengan membawa-bawa nama rekan saya, yang dia claim “mendukung” penjualan fake product. Serta membawa nama suami saya untuk diambil sebagai contoh apabila produk nya di copy oleh orang lain.

Bagaimana perasaan saya saat itu? Saya merasa kaget.. kaget karena normal status bisa menjadi extraordinary status dimata orang-orang yang menggunakan Brand sebagai status-nya (bisa kah disebut demikian?). Jika kita cermati diluar kita, kehidupan sosial yang ada, kita dapat melihat bahwa status saya adalah fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia. Apakah saya IRI? CEMBURU? (seperti yang dituduhkan Pria itu kepada saya). NOPE.. what for? Saya hanya mengangkat realita yang ada pada suatu kota. Dan dia merasa itu ditujukan untuk istrinya, dimana saya (akhirnya berkesimpulan) menganggap bahwa DIA merasa bahwa ISTRINYA tidak punya PES (Pride, Elegance, Smart).

Ada 2 tema yang ingin saya soroti di tulisan saya kali ini. yaitu #Brand dan #Support. Banyak wanita-wanita diluar sana yang menganggap bahwa Pride comes from Brand. Bahwa Friendship comes from Brand and Social’s status comes from Brand. Ini yang salah !!! #Brand nya tidak salah.. Sama seperti tulisan saya sebelumnya “jangan dewa-kan uangmu”. https://patriciayuanila.wordpress.com/2012/02/01/jangan-dewakan-uang-mu/?preview=true&preview_id=150&preview_nonce=e8ef7230aa

Dan banyak suami-suami yang menganggap jika BRAND akan membantu meningkatkan kepercayaan diri pasangannya. Ya, Brand akan sangat membantu jika dipergunakan pada tempat dan waktu yang tepat. Saya tidak menyangkal jika saya pun membeli dan PUNYA beberapa BRAND tertentu (yang tidak perlu disebutkan disini). Dan saya pun mengakui jika saya memiliki beberapa barang dengan “tanpa” BRAND.

Sebenarnya poin dari tulisan ini dan status saya adalah : PEOPLE EFFORT WHAT THEY CAN EFFORT. -> That’s IT!! Kalau memang mereka tidak mampu membeli produk ASLI, apakah berarti mereka tidak punya kesempatan untuk memakai copy-nya? Dimana ada yang menuliskan “Kalau saya, lebih baik saya tidak pakai daripada pakai barang KW” -> HOOPLA !! Well, Jika sosial ekonomi-mu memang cukup mampu untuk men-support keinginanmu di Branded Things, ya silakan. Namun dengan memaksakan pandanganmu dan memberikan label pada mereka yang menggunakan produk kW rasanya itu bukanlah tempat yang tepat.

Poin kedua dari tulisan ini yang akhirnya dapat saya telaah dari status FB saya adalah mengenai #Support. Yes, mengenai si pria yang memberikan komentar STRAIGHT on my FB wall dan membawa-bawa sahabat+suami saya. Secara jujur, jika si Istri adalah “saya”, maka saya akan merasa malu sekali dengan memiliki suami seperti dia. Mengapa? Well, apa yang di komentari menunjukan bahwa ada unsur manipulatif yang terjadi disana. dimana ordinary turn to extraordinary. Dengan gaya berbicara yang menyerang saya, itu menunjukan bahwa apa yang saya tuliskan di status saya adalah bentuk kenyataan yang mereka alami. Namun, Mungkin itu adalah bentu #support dari suami kepada istri. Tidak ada yang salah, people have their own #value in marriage’s life. (Which-es not MINE at all)

Jika teman-teman ada yang membaca TL saya tadi malam mengenai #Support, tulisan ini pun hampir sama dengan TL saya. #support tidaklah berarti kamu ikut andil dalam membantu menuliskan sesuatu atas nama pasanganmu. Jika kedua orang (pasangan) berada pada level sama, maka #support yang terlihat adalah bentuk/grafik yang datar. Saya mengartikan support sebagai suatu dukungan membangun bukannya mendorong.

Dimata saya, Suami yang ingin men-support istrinya (yang merasa bahwa status itu ditujukan kepadanya) adalah dengan memintanya berfikiran positif, bukannya langsung mengambil alih account FB si istri dan menuliskan komentarnya di status saya ataupun di wall saya dengn huruf kapital. What a shame (for my opinion). Jika memang tidak “MERASA” mengapa harus “PANAS”? -> ini yang saya tidak habis pikir. Namun memang terkadang ada beberapa hal yang tidak dapat difikirkan oleh mereka yang MENYEBUT diri mereka memiliki “Manner”, berasal dari golongan “High Class” dan mengaku “Intelligence”.

Akhir kata (meski tidak dapat merangkumkan semua yang ada di otak saya), saya hanya ingin memberikan pandangan bahwa DUNIA adalah tempat yang luas. Dimana akan ada seseorang/lingkungan yang akan menerima-mu bukan dikarenakan apa yang kamu kenakan melainkan apa yang terpancar dari diri-mu. Dan bentuk #support yang benar adalah dengan memberikan dukungan positif dan sama-sama berkembang di dalamnya, bukannya sama-sama tenggelam dalam “BRAND”nya.

Yang saya pelajari dari kasus ini adalah :

1. Pasangan adalah orang yang cukup berperan penting dalam pengembangan jiwa-mu, Hati-hatilah dalam Memilih pasanganmu

2. Pro dan Kontra adalah hal yang biasa dalam kehidupanmu. Dan tidak ada yang salah dengan-mu

3. Support berarti saling menguatkan satu sama lain, memberikan dukungan positif untuk pengembangan diri yang lebih baik

4. Akan ada banyak istri/suami yang tidak menyukai tulisan saya dan (mungkin) akan kembali menyerang saya dengan asumsi mereka bahwa saya CEMBURU akan brand yang mereka miliki

5. people makes opinion, It’s mean they use their brain to think and write down their thought. If you want to make comment, make sure you put your brain on it (not your brand)

6. Never Judge a people what they look.. some cute one can be a danger manipulative 😀

7. Never ever speak on behalf of your spouse’s name (dangerous) -> You create image of you spouse when you did it

8. People will judge you by the way you think not the way you you look. -> For an exclusive people who know the importance of PES

9.In the end,Happiness is your choice… You wanna let the comment ruin your life or you just wanna take it as a small stone in your day

10. Bonjour Happines……. (^_^)

Ps : Terimakasih bagi atensinya untuk sebagian orang yang menganggap bahwa apa yang saya sampaikan adalah fenomena yang terjadi (^_^)

Cheers,

Lala

Advertisements