seberapa sering kah kita menyalahkan orang lain atas permasalahan yang datang kepada kita? ataukah seberapa lamakah kita menyalahkan diri kita akan sesuatu yang telah terjadi?

Tulisan saya kali ini adalah tentang “memaafkan”… terlebih, memaafkan diri kita sendiri. Mengapa? Karena dengan memaafkan diri kita, kita akan merasa lebih tenang, lebih bahagia dan lebih sehat (lawan kata “sakit”).

Seringkali saat permasalahan datang, kita akan berusaha melupakan.. melupakan tapi tidak memaafkan. atau memaafkan namun tidak melupakan. kedua-duanya sangatlah menyakitkan. karena kita akan dibawa pada kondisi yang menyakitkan dan itu benar-benar menyakitkan kita berkali-kali. karena  kita akan kembali pada suatu peristiwa yang sama, yang menyakitkan kita.

bisakah kita bangkit dan melupakan masalah tersebut? BISA… Karena kita tidak perlu memaafkan orang yang telah menyakitkan kita, atau situasi dan kondisi yang membuat kita merasa sakit. Kita hanya perlu memaafkan diri kita sendiri.

Selama ini, saya menganggap jika saya memaafkan orang tersebut (yang menurut saya telah berbuat salah), maka saya akan sembuh. padahal sebenarnya, saya hanya menghibur diri saya sendiri namun saya tidak menyembuhkan diri saya.

Mengapa sangat penting untuk memaafkan diri sendiri? Selama ini, saya selalu berkitat dengan kesalahan, permasalahan, ketidakpuasan, sakit hati,dll. Sebenarnya ini adalah perasaan yang tidak perlu muncul jika saya benar2 meng”iman”i bahwa, saya adalah manusia biasa… bahwa mereka dapat menyakiti saya, bahwa siapun orang di dunia ini (apapun jabatannya), mereka tetaplah berpotensi untuk menyakiti kita…

Bahwa setiap permasalahan terkadang emamng akan datang tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, bahwa rencana yang tela kita susun baik2 dan penuh pertimabnganpun akan meleset… dan siapa yang harus dipersalahkan?

Tidak mungkin bagi kita untuk mempermasalahkan permasalahan terus menerus atau mempermasalahkan orang lain terus menerus. Kita hanya perlu menerima diri kita… dan yang terpenting kita dapat memaafkan diri kita sendiri. bahwa kita, hanyalah manusia biasa… bahwa kita dapat melakukan kesalahan.. dan bahwa kita dapat menciptakan kesalahan…

So, Are you ready to forgive your self??

Here some article that I found, Happy reading :

Do you really care to forgive that person/loved one who ruined your life? You really should for your own health and happiness. And Dr. Frederic Luskin explains how to do it with his Nine Steps to Forgiveness:

1. Know exactly how you feel about what happened and be able to articulate what about the situation is not OK. Then, tell a trusted couple of people about your experience and feelings.

2. Make a commitment to yourself to do what you have to do to feel better. Forgiveness is for you and not for anyone else.

3. Forgiveness does not necessarily mean reconciliation with the person that hurt you, or condoning of their action. What you are after is to find peace. Forgiveness can be defined as the “peace and understanding that come from blaming that which has hurt you less, taking the life experience less personally, and changing your grievance story.”

4. Get the right perspective on what is happening. Recognize that your primary distress is coming from the hurt feelings, thoughts and physical upset you are suffering now, not what offended you or hurt you two minutes – or ten years – ago. Forgiveness helps to heal those hurt feelings.

5. At the moment you feel upset practice a simple stress management technique to soothe your body’s flight or fight response.

6. Give up expecting things from other people, or your life, that they do not choose to give you. Recognize the “unenforceable rules” you have for your health or how you or other people must behave. Remind yourself that you can hope for health, love, peace and prosperity and work hard to get them.

7. Put your energy into looking for another way to get your positive goals met than through the experience that has hurt you. Instead of mentally replaying your hurt seek out new ways to get what you want.

8. Remember that a life well lived is the best revenge. Instead of focusing on your wounded feelings, and thereby giving the person who caused you pain power over you, learn to look for the love, beauty and kindness around you. Forgiveness is about personal power.

9. Amend your grievance story to remind you of the heroic choice to forgive and grow.