Tema kali ini, saya ingin membahas tentang kebaikan dan kejujuran. 2 topik yang sangat sederhana, namun menurut saya 2 kata ini akan membawa kita dan mengantarkan kita pada hidup yang berbeda :) .

Masih ingat kan, waktu kita masih kecil, orang tua selalu mengajarkan kita untuk bersikap baik.. bersikap hormat.. bersikap ramah, dll… Terkadang hal itu masih terbawa kedalam kebiasaan hidup kita sampai saat ini, yaitu kebiasaan berbuat “baik”.

Apa sih sebenarnya “berbuat baik” itu? sewaktu kita masih kecil, alam bawah sadar kita sudah ter-program untuk berbuat baik dikarenakan ucapan orang tua.. banyak sekali contoh “berbuat baik” yang kita masih anut sampai pada hari ini. misalnya : jika bertemu dengan orang yang lebih tua, harus menyapa terlebih dahulu. jika teman sedang kesusahan, diharapkan datang menawarkan bantuan. Jika ada tamu dirumah, harap untuk tersenyum dan meluangkan waktu bersama mereka..

Apakah sikap ini menurut teman2 adalah sikap yang “baik”? Menurut pendapat saya secara pribadi, sikap ini adalah sikap yang baik. Mengapa? Karena teman-teman menghormati orang lain dan membuat diri teman-teman menjadi orang baik.

Ingatkah kita dulu, bahwa yang “baik” selalu disayang lingkungan. sedangkan yang “jahat” akan dibenci atau dimusuhi lingkungan.

Setelah membahas tentang yang “baik”, mari sekarang kita berpijak kepada yang “jujur”. Apakah “kejujuran” itu? …. jawabannya pasti akan muncul banyak sekali. jujur adalah tidak menipu, tidak mencuri, mengatakan yang sebenarnya, dll..

Apakah kita telah menjadi orang “jujur”? mungkin kita memang tidak mencuri atau menipu, tapi apakah kita sudah yaking dengan “mengatakan yang sebenarnya?”. mengatakan yang sebenarnya berarti mengatakan apa yang kita rasakan, kita lihat dan kita percaya kepada orang lain, atau bahkan diri kita sendiri.

Saya saat ini sedang belajar untuk menjadi orang jujur dibandingkan menjadi orang baik. menjadi orang jujur memiliki makna yang sulit dan akibat yang “tidak selalu baik”. mengapa demikian? karena jika anda mengatakan kejujuran, adakalanya anda tidak berbuat baik…

Contoh : Teman baik anda baru saja putus cinta, dia menangis, histeris dan depresi serta mengatakan hal-hal yang jelak tentang dirinya. ia menyesali hubungannya, membenci pacarnya dan membenci dirinya.. Kira-kira, apa tanggapan anda?

Biar saya tebak, anda pasti akan memeluknya dan mengucapkan kata-kata positif kepada diriya. dengan berkata : “kamu itu cantik, bersemangat, populer. sedangkan dia bukan siapa-siapa. dia akan menyesal karena sudah memutuskan kamu”. namun, bagaimana jika teman ada adalah tipe yang suka selingkuh, memanfaatkan pacarnya dan bersikap kasar kepada orang lain?

Apakah “kata-kata”itu benar-benar keluar dari hati anda? Menurut saya, Berbuat “jujur” berarti anda telah mengatakan hal yang sebenarnya.. kepada mereka, dia dan terutama kepada diri anda sendiri.

Hal yang paling sering anda temui saat anda berbuat “jujur” adalah dicemooh, dihina, dibenci, dsb.. Hal yang paling sering anda temui saat anda berbuat “baik” adalah disayang, disanjung, diakui oleh lingkungan sekitar..

Saya tidak memilih dicemooh, dibenci atau dihina.. Saya juga ingin di sayang, disanjung atau diakui orang lain.. Permasalahannya adalah sudah siapkah saya untuk memberikan apresiasi tinggi kepada diri saya dan orang lain dengan mengatakan yang “sebenarnya” …

Menjadi baik itu mudah… anda hanya perlu menyampingkan perasaan dan mengikuti alur kebaikan yang berlaku.. Menjadi jujur itu sulit, karena anda harus mengorbankan perasaan untuk menghargai diri anda dan orang lain lebih tinggi dibandingkan berbuat “baik”.

Banyak sekali contoh kebaikan dan kejujuran di sekitar kita, sekarang semua pilihan berada di tangan anda..

anda ingin menjadi orang “BAIK” atau orang “JUJUR”.

Saya secara lantang memilih untuk menjadi orang “jujur” dibandingkan menjadi orang “baik”..

Bagaimana dengan anda ???

-Lala-

Advertisements