Tulisan kali ini, saya mau membahas tentang “Chinese New Year”, ada beberapa tradisi dan pantangan yang mungkin bisa di bilang adalah sugesti atau apapun itu namanya, namun masih dilakukan di beberapakota di Indonesia (terutama jika di kota dengan mayoritas Chinese seperti : Medan, Pontianak, Singkawang, dll).

Kalau saya ditanya mengenai pendapat saya pribadi mengenai beberapa pantangan ini, saya tidak tahu bagaimana menjawabnya. Well, percaya juga ga papa kok, toh ga ada yang rugi. Ini juga tradisi dari keluarga dan beberapa tradisi selama saya pernah menjalani IMLEK di kota dengan mayoritas Chinese.

Tahun baru Imlek sama seperti Tahun baru Muslim, yang jatuh nya tidak sama setiap tahun. Dulu, hari raya Imlek masih belum merupakan hari raya nasional sehingga untuk beberapa daerah dengan mayoritas chinese, mereka akan meliburkan diri sendiri dari aktivitas pekerjaan ataupun sekolah serta sembunyi-sembunyi menyalakan petasan/mercon.

Sekarang setelah hari raya IMLEK menjadi hari libur nasional, secara pribadi saya jadi melihat penurunan nilai dan tradisi IMLEK itu sendiri. Budaya dan tradisi ini mulai luntur dari tahun ke tahun, terutama di kota-kota besar. Orang-orang sibuk untuk mengerjakan pekerjaannya sendiri dan menganggap itu adalah hari libur biasa.

Tidak ada lagi yang namanya bertamu ke rumah saudara untuk mengikatkan tali persaudaraan, melakukan sembayang kepada orang tua, membersihkan kuburan orang tua, dll. Mungkin karena padatnya pekerjaan dan menurunnya nilai tradisi sehingga IMLEK menjadi hari raya biasa. Tapi saya beruntung karena bisa merasakan tradisi IMLEK yang sangat tradisional semasa saya tinggal di PONTIANAK.

well, langsung to the point saja, ada sejumlah pantangan bagi umat yang merayakan Imlek. Pantangan-pantangan itu masih diyakini hingga kini dan harus dihindari saat Tahun Baru Imlek tiba. Berikut ini adalah pantangan saat Imlek.

1. Menangis pada saat Tahun Baru diyakini berdampak negatif karena dapat menimbulkan kesialan dan membuat mereka yang menangis akan menangis terus-menerus sampai satu tahun ke depan. Akan tetapi, pantangan ini tidak berlaku bagi anak kecil yang menangis pada hari Imlek.

2. Lunasilah seluruh utang sebelum Imlek dan hindari meminjamkan uang pada hari itu. Jika tidak, ada kemungkinan orang tersebut akan terus dipinjami uang oleh orang lain sepanjang tahun.

3. Setiap orang yang merayakan Imlek sebaiknya tidak mengeluarkan kata-kata kasar, kotor atau yang bermakna buruk dan sial. Kata “empat” ada baiknya dihindari karena mengandung negatif, yaitu kematian. lebih baik jika mengucapkan kata “delapan” karena berarti keberuntungan

4. Tabu untuk menceritakan kisah kematian dan cerita hantu. karena hari raya imlek dinilai sebagai hari baik, hari yang bahagia dan penuh keceriaan.

5. Hindari mencuci rambut saat Imlek tiba karena bermakna mengusir semua keberuntungan sampai satu tahun ke depan. Jika ingin memotong rambut, lebih baik dilakukan 1 minggu sebelum hari Imlek.

6. Kenakanlah pakaian berwarna merah yang berarti kebahagiaan, keceriaan, dan memberi keyakinan akan adanya masa depan yang cerah.

7. Mengucapkan selamat Tahun Baru di kamar tidur diyakini dapat menghilangkan keberuntungan untuk satu tahun ke depan. Sebab itu, orang-orang yang berada dalam kondisi sehat atau sakit sebaiknya tetap berpakaian rapi dan duduk di ruang keluarga saat Imlek datang.

8. Pisau atau gunting disebut-sebut dapat menjauhkan keberuntungan. Akan tetapi, hal tersebut bisa dihindari dengan menghindari penggunaan dua alat tajam itu pada saat Imlek.

9. Hindari menyapu dan membersihkan debu ketika tahun baru tiba. Dua kegiatan itu bisa mengakibatkan tersapunya keberuntungan. Selain itu, sembunyikan semua perangkat rumah tangga, seperti sapu, sikat, dan penyedot debu yang biasa digunakan membersihkan debu.

Selain beberapa pantangan diatas, Sadarkah kalian kalau IMLEK identik dengan kue keranjang, petasan, sembayang, ataupun kue lapis legit. Saya tidak tahu arti sebenarnya, namun saya pernah mendapatkan informasi mengenai hal ini. Dimana orang Tionghoa meyakini jika IMLEK tiba, maka dewa tanah (yang menjaga rumah kita) akan dipanggil oleh Dewa tertinggi (Tuhan / Buddha) untuk melaporkan segala tindak tanduk kita selama di dunia.

Nah, beberapa makanan dan aktivitas ini melambangkan beberapa hal yang kalau dipikir-pikir masuk akal juga.

1. Kue keranjang. Rasanya manis dan legit (lengket). Harapan dengan adanya kue keranjang ini adalah bahwa Dewa tanah hanya akan bercerita yang manis-manis saja kepada Dewat tertinggi dan jika ingin menceritakan yang jelek, maka mulutnya akan lengket seperti kue keranjang

2. Sembayang. Biasanya sebelum Imlek, kita akan bersembayang. akan membeli beberapa buah-buahan, kue2 tradisional, teh, dupa, lilin, ayam, dll. Hal ini dilakukan (kalau dalam bahasa sekarang artinya “nyogok”) agar Dewa tanah hanya menceritakan kebaikan kita

3. Petasan/mercon. Seringkali kita dengar petasan atau mercon dinyalakan dimalam Imlek, hal ini bertujuan jika dewa tanah melapor pada Dewa tertinggi (Budha) maka bunyi petasan akan mengganggu komunikasi mereka sehingga Dewa tertinggi tidak menemukan kesalahan kita selama di dunia

4. Lapis legit. Saat kita bertamu kerumah tetangga / saudara, seringkali kita melihat kue Lapis surabaya atau lapis legit menjadi suguhan disana. sebenarnya apa arti kue ini. Well, konon dengan kue lapis ini, mengharapkan jika rejeki mereka di tahun yang akan datang menjadi berlapis-lapis.

Boleh percaya, boleh tidak. Boleh melakukan, boleh tidak. Yang penting, TERUSLAH berbuat baik kepada sesama :).

Happy Chinese New Year

Gong Xi Fa Cai !!

Xin Nian Kuai Le

Zhù Ni Shenti Jiànkäng

Quanjiä Xingfu,Wànshì Ruyì

(Translate : Wishing you a prosperous year, great health and happiness for you and family)

Hong Bao Na Li? -> “Red envelope please!” ha ha ha

Cheers,

Lala

Advertisements